Bagaimanakah cara cek kondisi dan volume oli di motor ? sebelum kita akan bahas cara cek oli motor terlebih dahulu saya akan jelaskan secara singkat fungsi dari oli mesin.
Andaikan diibaratkan, maka sebuah oli itu menyerupai sebuah darah yang mengalir ke seluruh tubuh, apa yang akan terjadi apabila darah itu kotor, dan apa yang terjadi kalau kita kurang darah? Apabila darah kita kotor maka kita perlu basuh darah yang harganya cukup mahal, dan apabila darah kita kurang maka kita perlu minum perhiasan penambah darah.
Sekarang kalau kita balik tujukan pertanyaan ini untuk oli, maka pertanyaannya yaitu Apabila Oli Kotor apa yang akan kita lakukan dan apabila oli kurang apa yang akan kita lakukan, nah dari pertanyaan ini maka kita sanggup menjawabnya dengan bagaimana cara cek oli motor untuk mengetahui apakah mesin motor kita kekurangan oli, atau oli sudah kotor dan harus di ganti dengan yang baru, simak tips cara cek oli motor berikut ini :
1. Cara Cek Volume Oli Mesin Motor ( Kekurangan Oli Atau Kelebihan Oli)
- Langkah pertama yaitu cari permukaan atau kawasan yang datar untuk menstandarkan motor dengan standar tengah, fungsi dari tahap ini yaitu supaya nanti kita sanggup memilih kurang tidaknya oli, apa kekurangan oli atau kelebihan oli
- Setelah motor kita standarkan dengan standar tengah, tahap selanjutnya yaitu kita buka tutup oli mesin, tutup oli mesin bukan sembarang tutup tapi sudah alat pengukurnya yang disebut dengan dipstick, Pada ujung dipstick biasanya ada dua tanda, F (full) dan L/E (Low/Empty). (bentuknya ada garis saling silang mirip kikir, lihat gambar di bawah ini)
- Setelah kita ambil tutupnya, kita bersihkan alat pengukurnya tadi dengan kain kering hingga bekas olinya hilang
- Pada tahap ini kita akan mulai melaksanakan pengecekan caranya yaitu masukkkan kembali tutup oli namun jangan dikencangkan hingga keras, kemudian kita buka lagi tutup tersebut, kini kita sanggup lakukan pengecekan, kalau oli yang melekat pada dipstick berada diatas garis (F) berarti oli kepenuhan, kalau oli yang melekat pada dipstick berada dibawah garis (L) berarti oli kekeringan, dan kalau posisi oli berada ditengah-tengah garis dipstick berati kondisi oli normal tidak kekurangan atau kelebihan (lihat diagram dibawah ini)
2. Cara Cek Kondisi Oli Motor Masih Bagus Atau Harus Diganti
Setelah kita mengetahui volume oli, kini giliran mengusut kualitas oli, apakah masih anggun atau sudah harus diganti, berikut ini yaitu caranya : Langsung saja buka tutup oli mesin, kemudian kita tinggal baca kondisinya melalui warnanya- Oli berwarna Putih Pekat : Oli bermetamorfosis warna putih susu kalau tercampur dengan air, hal mirip ini sanggup terjadi mungkin anda pernah melewati genangan air yang cukup tinggi saat sedang hujan hingga merembes ke mesin. (Oli wajib diganti)
- Oli Berwarna Hitam : Warna oli bermetamorfosis hitam sanggup disebabkan oleh dua hal. Pertama akhir kendaraan telah menempuh perjalanan dengan jarak tempuh lebih jauh. Kedua lantaran terjadi kerusakan pada mesin. (Oli wajib di ganti)
- Oli Berwarna Coklat agak kekuningan : Warna ini biasanya membuktikan kendaraan usai menempuh perjalanan dengan Jarak tempuh yang kurang lebih berkisar antara 1.000-2.000 km, sehingga menciptakan warna oli menjadi coklat kekuningan. Jika yang terlihat yaitu warna tersebut masih sanggup dikatakan normal. (Oli kondisi normal)
3. Kapan Oli Harus Ganti
Kapan waktunya oli harusnya diganti ? menurut proposal pabrikan atau buku manual service yang kita sanggup sewaktu beli motor, ganti oli dilakukan maksimal setiap 2000-3000 km jarak tempuh (silahkan liat angka yang ada di odometer motor anda)Tapi bagaimana kalau motor kita jarang kita pakai, berarti kan oli masih anggun ? Kalau sanggup ya tetap diganti (3 atau 4 bulan sekali) lantaran oli ada masa kedaluarsanya, semakin usang oli tidak diganti, kualitasnya juga akan menurun sehingga berakibat pada penurunan performa mesin
Cara cek oli motor diatas sanggup anda praktekkan untuk segala jenis motor, entah itu motor honda, beat, mio, vixion, motor matic ataupun manual.




0 komentar:
Posting Komentar