Rabu, 11 April 2018

Cara Google Maps Memprediksi Kemacetan Kemudian Lintas

Hari ini saya menerima notifikasi yang tidak biasa dari Google Maps, disertai dengan tanda seru berwarna merah. Isinya berbunyi:

"1 jam 2 menit ke rumah. 19 menit lebih lambat dari biasanya. Lalu lintas padat."

 Hari ini saya menerima notifikasi yang tidak biasa dari Google Maps Cara Google Maps Memprediksi Kemacetan Lalu Lintas

Saya memang memasukkan alamat rumah dan sekolah tempat saya bekerja ke Google maps. Biar gampang saja mengukur jarak dan prediksi perjalanan ketika saya memakai aplikasi ini.

Hampir setiap hari saya menerima notifikasi arus kemudian lintas. Tapi biasanya saya cuekin saja, sebab memang saya tidak pernah melewati jalur macet. Andaipun terlambat ke sekolah, itu murni sebab saya yang telat berangkat.

Tapi hari ini notifikasi menyatakan kemacetan. Sesuatu yang tidak biasa tapi sudah menjadi kebiasaan setiap tahun. Karena adanya arus kembali dari program Haul Abah Guru Sekumpul. Arus kemudian lintas ketika haul jauh lebih padat dari pada arus pulang kampung lebaran.

Tanggal 25 Maret kemarin yaitu program puncak haul Abah Guru Sekumpul yang ke 13. Saya juga menghadiri program tersebut dan menginap di Sekumpul sehari sebelumnya untuk menghindari kemacetan. Pagi hari saya eksklusif berangkat kerja dan sore hari gres pulang ke rumah.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 1 juta orang  dari aneka macam daerah. Pada H+1 kemudian lintas dipadati oleh orang-orang yang kembali ke kawasan asal masing-masing. Jamaah yang berasal dari Kaltim dan sebagian Kalteng melewati jalan utama di bersahabat rumah saya.

Lalu bagaimana Google Maps mengetahui kepadatan arus kemudian lintas dan kemacetan secara realtime?

Tanpa disadari banyak orang yang memakai android dan mengaktifkan layanan GPS. Laporan pengguna GPS dikirimkan ke sentra google dan terintegrasi dengan google maps.

Oleh sebab itu google sanggup mengetahui kalau ada kepadatan pengguna pada suatu jalan. Dari sanalah google maps sanggup melaporkan bahwa pada jalan tertentu kemudian lintas padat.

Selain itu Google juga memantau pergerakan pengguna. Saat banyak pengguna yang bergerak dengan lambat atau lebih lambat dari pada biasanya, disanalah prediksi kemacetan diperoleh.

Saat ini, saya yakin ada banyak kendaraan beroda empat yang bergerak lambat di jalan A.Yani depan rumah saya. Maka saya pun harus bersabar kalau akan bergabung dengan mereka dalam perjalanan menuju rumah.

Walaupun perjalanan jauh ditambah jalanan macet, saya yakin tak ada penyesalan. Insya Yang Mahakuasa tahun depan kami akan kembali lagi ke Sekumpul.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Google Maps Memprediksi Kemacetan Kemudian Lintas

0 komentar:

Posting Komentar